8 Pengacara Batak Paling Terkenal di Indonesia Yang Bisa Dijadikan Inspirasi

Suku Batak dikenal memiliki suara yang merdu. Tak ayal banyak yang berprofesi sebagai penyanyi. Namun, siapa sangka ternyata banyak juga orang-orang berdarah Batak menjadi pengacara terkenal. Mereka disegani akibat berani membela klien di meja hijau. Berikut ini beberapa Pengacara Berdarah Batak yang terkenal di Indonesia, yaitu:

  1. Hotman Paris Hutapea

Siapa tak kenal pengacara yang satu ini? Bang Hotman Paris sangat terkenal dengan gayanya yang flamboyan ini tidak  segan-segan memamerkan kekayaan dan kehidupan pribadinya melalui instagram pribadinya @hotmanparisofficial. Pengacara yang lahir di Laguboti, 20 Oktober 1959 ini memiliki beberapa julukan karena kemampuannya dalam menangani kasus hukum, seperti ‘Raja Pailit’ dan pengacara Rp30 Miliar.

Hotman Paris juga punya firma hukum sendiri bernama Hotman Paris Hutapea & Partners sejak tahun 1999, beberapa ruko di Jakarta, hotel, villa dan beberapa koleksi mobil mewah seperti Ferrari, Lamborghini, Cadillac Escalade, Bentley, dan Audi yang per unitnya dibandrol miliaran rupiah. Walaupun kaya dan terkesan seperti ‘tukang pamer’ tapi Hotman Paris juga merupakan sosok yang suka menolong sesama, dia tidak segan-segan menjadi seorang pengacara untuk sebuah kasus yang menjerat orang-orang kelas ekonomi kebawah yang tidak punya uang untuk mendapatkan perlindungan hukum. Melalui acara nongkrong ‘Kopi Joni’nya dia bercerita melalui sosial medianya bahwa dia sering menerima orang-orang dari kalangan bawah untuk dibantu dalam hal hukum. Dia pun mengakui sering dibayar hanya dengan kerupuk, kue serabi bahkan tidak di bayar sama sekali. Hotman membuktikan bahwa tugas pengacara yang benar adalah dia yang menjunjung tinggi kebenaran bukan hanya bayaran saja.

2. Otto Hasiabuan

Otto Hasibuan pernah menjabat sebagai ketua umum DPP Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) selama dua periode, yakni 2003-2007 dan 2007-2012. Selain itu, dia juga pernah menjadi ketua umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) periode 2005-2015.

Pada Oktober 2014, Otto mendapat gelar profesor kehormatan dari Universitas Jayabaya atas jasanya menegakkan hukum dan keadilan selama 32 tahun menjadi advokat.

Dia juga pernah menjadi kuasa hukum Jessica Kumala Wongso atas dakwaan permbunuhan Mirna dengan menggunakan kopi beracun sianida. Selanjutnya, pada 2017 dia juga pernah menjadi kuasa hukum eks Ketua DPR Setya Novanto atas dugaan korupsi e-KTP.

3. Luhut M. P. Pangaribuan

Luhut dikenal sebagai sosok yang pemberani dan rendah hati. Sepak terjangnya sebagai pengacara tidak perlu di ragukan lagi, dia dikenal sebagai advokat dengan loyalitas dan kualitas yang tinggi. Pria kelahiran Balige, Sumatra Utara, 24 Mei 1956 ini juga dikenal sebagai seorang aktivis dan akademis.

Kasus yang paling melambungkan namanya sebagai advokat adalah ketika dia membela sesama rekan bataknya Adnan Buyung Nasution yang saat itu akan terancam akan disingkirkan dari praktik advokat oleh pemerintah, dari kasus itu Luhut beserta penasihat hukum lainnya yang membela Adnan tercatat pada peristiwa pertama dalam sejarah Indonesia dimana Advokat melawan Lembaga Hukum Indonesia.

Sebagai akademis pun, dia telah banyak melahirkan buku-buku karyanya sendiri yang ditulisnya berdasarkan pengalamannya sebagai seorang advokat, dan hampir seluruh buku-bukunya menjadi best seller dan dijadikan pedoman oleh banyak mahasiswa untuk belajar tentang hukum Indonesia.

Beberapa judul buku ‘best seller’ yang ditulis oleh Luhut M. P. Pangaribuan dan masih di jual sampai sekarang mulai dari Hukum Acara Pidana, Hukum Pidana Khusus, dan Pengadilan Hukum dan Advokat.

4. Juniver Girsang

Dia adalah salah satu pengacara di Indonesia yang cukup senior dan sudah mulai berkarir di dunia hukum Indonesia sejak tahun 1987. Girsang menempuh pendidikan formal di Fakultas Hukum (S1) Universitas Krisnadwipayana (1986), Program Study Magister (S2) Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran (2004), dan Program Study Doktor (S3) Universitas Padjadjaran (2010). Selama berkarir menjadi salah satu pengacara top di Indonesia, Juniver sering terlibat berbagai kasus hukum kelas berat, seperti menjadi salah satu kuasa hukum Firman Wijaya dalam menghadapi gugatan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kasus korupsi Mall Grand Indonesia dan masih banyak lagi.

Juniver Girsang pun aktif mengikuti berbagai kegiatan komoditas para advokat Indonesia dan sangat berjiwa nasionalis, beliau pernah membentuk tim pembela pancasila dengan para petinggi kepolisian dan dengan para anggota Perhimpunan Advokat Indonesia yang saat itu bertugas melindungi pancasila sebagai ideologi negara oleh beberapa pihak yang ingin menggantinya.

5. Hotma Sitompul

Hotma juga tidak kalah hebat namanya di dunia hukum Indonesia. Saudara kandung dari pengacara sekaligus politikus ternama Ruhut Sitompul ini bisa dikatakan menjadi salah satu pengacara paling kontroversial di Indonesia ini juga memiliki bayaran yang tinggi untuk setiap penanganan kasus yang dia pegang, bayarannya bisa mencapai hingga ratusan juta rupiah per kasusnya.

Sebagai salah satu pengacara terbaik di Indonesia, Hotma juga pernah menangani kasus-kasus sensasional seperti tuduhan pemakaian narkoba oleh artis Raffi Ahmad dan kasus pembunuhan gadis kecil Engeline oleh Margariet di Bali.

Ayah kandung dari mantan vokalis band, Bam Samson ini sering dibayar hingga ratusan juta rupiah untuk setiap kasus yang ditanganinya. Tidak hanya itu Hotma Sitompul juga memiliki firma hukumnya sendiri Hotma Sitompoel & Associates dan beberapa aset investasi properti yang tersebar di beberapa mall besar di Jakarta.

Meski sudah sukses dan kaya, Hotma tetap membuka lembaga sosial bersama putrinya dimana orang yang berada pada ekonomi menengah ke bawah untuk mendapatkan konsultasi dan perlindungan hukum secara gratis yaitu Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saron. Demi membiayai dana operasional dari lembaga ini Hotma pun pernah menjual beberapa koleksi mobil mewahnya agar lembaga ini tetap berjalan lancar.

6. Todung Mulya Lubis

Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, S.H., LL.M. adalah seorang ahli hukum dan Guru Besar Hukum Pidana di Universitas Sumatera Utara serta aktivis pembela hak-hak asasi Indonesia. Dalam karir politiknya telah banyak menangani kasus berkaitan dengan HAM seperti penolakan terhadap pembangunan TMII yang lebih diprioritaskan dari pada kesejahteraan para guru pada tahun 1975 dan kasus pelanggaran HAM di Timor Timur pada tahun 1999.

Pengacara senior ini juga tercatat sebagai salah satu deklarator pembetukan divisi Perlindungan HAM di LBH (Lembaga Bantuan Hukum) yang bertugas untuk melindungi hak-hak asasi masyarakat Indonesia. Sampai saat ini sosok Todung tidak hanya sebagai pengacara kelas atas tapi juga aktivis pembela HAM yang paling berpengaruh di Indonesia.

Sekarang Todung tidak terlalu aktif lagi berprofesi sebagai pengacara dan telah ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia,  dia dipilih menjadi duta di Norwegia dan dilantik langsung  Presiden Jokowi pada tanggal 22 Februari 2018.

Meskipun begitu, dia masih belum melepas seluruh karirnya di dunia hukum Indonesia, karena dia masih menjadi pemilik The Law Office of Mulya Lubis and Partners atau yang lebih dikenal dengan nama Lubis Santosa and Maulana Law Offices dan telah melahirkan berbagai karya tulis tentang hukum dan HAM.

7. Ruhut Poltak Sitompul

Ruhut Sitompul dikenal masyarakat luas sebagai seorang politikus, advokat, dan pemain sinetron yang nyentrik. Seringkali tanggapan dan tindakannya di ranah politik menuai kontroversi dan kritik dari berbagai pihak.

Pria kelahiran Medan, 24 Maret 1952 ini kerap disapa Poltak karena pernah membintangi sinetron “Gerhana” sebagai “Poltak si raja minyak dari Medan.” Ruhut mendapat peran ini karena pada waktu itu sebagai kuasa hukum dari StarVision, rumah produksi yang membuat sinetro Gerhana.

Meski pada awalnya, Ruhut hanya bermain sampai episode ke-13, namun karena banyak pemirsa yang menyukainya alhasil ia bertahan hingga puluhan episode. Bahkan berlanjut dengan beberapa sinetron lainnya.

Tentu saja, perannya sebagai si Poltak di layar kaca makin melambungkan namanya sebagai pengacara. Berbagai kasus kontroversial pernah ia tangani. Ia tandem bersama Hotma Sitompul sebagai kuasa hukum Akbar Tandjung yang kala itu menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Ruhut Sitompul sendiri sudah berpolitik sejak tahun 1983 bersama partai Golkar. Prestasi Ruhut di Golkar tergolong biasa-biasa saja. Hingga akhirnya pada tahun 2004, ia berpaling ke Partai Demokrat.

Partai Demokrat yang masih baru kala itu sangat membutuhkan sosok Ruhut sebagai penengah kala berselisih paham. Karena Ruhut dinilai jago bersilat lidah. Pada Pemilu 2009, ia terpilih sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara. Pada Pemilu berikutnya, kembali terpilih sebagai anggota DPR.

Selama berada di Partai Demokrat, ia selalu menjadi corong partai tulen yang sebelumnya sebagai politikus Golkar. Ruhut tak sungkan menkritik habis Partai Golkar demi membela Partai Demokrat. Bahkan ia rela mati-matian membela Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari lawan-lawan politiknya.

Sepak terjang Ruhut di politik mengundang reaksi para kawan dan lawan-lawannya. Ruhut sempat dicalonkan sebagai ketua Komisi III DPR. Namun, karena banyaknya pro dan kontra akhirnya ia mengundurkan diri dari pencalonan tersebut.

Tak hanya itu, pada tahun 2016, Ruhut lagi-lagi menuai kontroversi berkaitan Pilkada DKI. Partai Demokrat mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono, sementara Ruhut memilih mendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tentu saja, sikap Ruhut ini mendapat reaksi keras dari internal Demokrat. Ruhut pun digeser dari jabatannya dan ia pun memilih keluar dari Demokrat dan DPR RI.

8. Juan Felix Tampubolon

Lahir di Kabanjahe, pada tanggal 26 April `956 adalah seorang Pengacara, Ia menjadi salah satu kuasa Hukum dari keluarga almarhum mantan Presiden Soeharto. Kuasa Hukum Keluarga Cendana Juan Felix Tampubolon adalah pengacara ternama yang merupakan salah satu kuasa hukum keluarga Cendana. Hal itulah yang membuat Juan Felix berkeinginan untuk mempelajari ilmu hukum. Selama kuliah, ia sengaja melepaskan diri dari tanggung jawab orangtuanya. Juan pun bekerja di sebuah perusahaan asing agar dapat membayar uang kuliah dan membiayai hidupnya. Karena konsentrasinya terbagi antara sekolah dan kerja, kuliahnya di Jayabaya sampai mulur delapan tahun. Kuasa Hukum Keluarga Cendana Juan Felix mendapatkan pengalamannya. Ia membantu menangani kasus pemutusan hubungan kerja yang menimpa sekitar 60 karyawan. Nama Juan Felix Tampubolon mulai dikenal luas sejak menjadi garda terdepan dalam sejumlah kasus yang menyangkut keluarga cendana. Ia berhasil mengatasi kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di masa Orde Baru oleh Presidan RI ke-3, Soeharto.

Demikian 8 Pengacara Batak Paling Terkenal di Indonesia Yang Bisa Dijadikan Inspirasi dan sebagai panutan di dunia Pengacara Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *